Semangat Religius dan Antikorupsi dalam Haul Desa Yosowilangun ke-61

13 Juli 2025
Administrator.
Dibaca 32 Kali
Semangat Religius dan Antikorupsi dalam Haul Desa Yosowilangun ke-61

Suasana religius dan penuh keberkahan menyelimuti Desa Yosowilangun pada Jumat malam, 11 Juli 2025. Pelaksanaan Haul Desa Yosowilangun ke-61 berlangsung khidmat dan meriah di kawasan Buyos Sport Center, dimulai tepat pukul 19.30 WIB.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang napak tilas sejarah desa, tetapi juga momentum untuk menanamkan nilai-nilai antikorupsi melalui seni, adat, dan spiritualitas.

Salah satu momen paling berkesan adalah penampilan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) NU, yang menghadirkan semangat cinta Rasul melalui irama shalawat yang menggema ke seluruh penjuru desa. Sebanyak 40 anak ranting ISHARI dari berbagai wilayah turut memeriahkan acara dengan harmoni shalawat yang mempersatukan hati warga dalam cinta kepada Nabi Muhammad SAW.

Yang lebih istimewa, malam itu turut hadir tamu khusus dari ISHARI Pasuruan, memberikan warna tersendiri dalam perhelatan haul tahun ini. Kehadiran mereka menjadi teladan dalam menjaga semangat dakwah, sekaligus memperlihatkan bahwa seni hadrah dapat menjadi media efektif untuk menyampaikan pesan moral, kejujuran, dan integritas kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Yosowilangun menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas semangat gotong royong serta partisipasi masyarakat. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya memperingati haul, tetapi juga menjadi sarana edukasi sosial untuk membumikan budaya antikorupsi di tengah masyarakat.

“Haul ini adalah simbol kebersamaan dan ketulusan. Melalui kegiatan religius seperti ini, kita bisa menanamkan nilai-nilai luhur seperti jujur, tanggung jawab, disiplin, kerja keras, sederhana, berani, adil, dan peduli. Inilah wujud nyata dari Desa Yosowilangun dalam menjaga integritas dan membangun pemerintahan yang bersih,” ujar Kepala Desa.

Pemerintah Desa bersama elemen masyarakat juga memanfaatkan momentum Haul ke-61 ini untuk mensosialisasikan gerakan antikorupsi. Melalui seni hadrah, banner edukatif, serta narasi budaya lokal, pesan-pesan tentang pentingnya transparansi, kejujuran, dan akuntabilitas disampaikan dengan bahasa yang akrab dan menyentuh hati warga.

Kegiatan ini menggambarkan bahwa upaya pencegahan korupsi tidak selalu harus kaku dan formal, tetapi bisa dipadukan dengan kearifan lokal, tradisi, dan kesenian yang hidup di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan seperti Haul Desa Yosowilangun, pemerintah desa berharap nilai-nilai antikorupsi tidak hanya menjadi slogan, melainkan gaya hidup bersama yang diwariskan lintas generasi.