HAUL DESA YOSOWILANGUN KE-61: MAJELIS DZIKIR ( Merajut Spirit Religius dan Gerakan Antikorupsi Berbasis Nilai Lokal)

13 Juli 2025
Administrator.
Dibaca 33 Kali
HAUL DESA YOSOWILANGUN KE-61: MAJELIS DZIKIR ( Merajut Spirit Religius dan Gerakan Antikorupsi Berbasis Nilai Lokal)

 

Dalam rangkaian Haul Desa Yosowilangun ke-61, masyarakat kembali disuguhkan suasana religius yang mendalam melalui kegiatan Majelis Dzikir, yang digelar pada Sabtu pagi, 12 Juli 2025, di kawasan Buyos Sport Center. Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dan berlangsung khusyuk hingga selesai, menghadirkan harmoni spiritual dan kebersamaan warga.

Ratusan jamaah dari berbagai kalangan tampak khidmat mengikuti lantunan dzikir, tahlil, dan doa bersama. Suara takbir, tahmid, dan tasbih bergema di udara pagi yang sejuk, menciptakan suasana damai yang menyentuh hati dan jiwa.

Majelis dzikir ini bukan hanya menjadi ungkapan syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan keberkahan yang telah dianugerahkan kepada Desa Yosowilangun, tetapi juga menjadi media penguatan karakter masyarakat yang berlandaskan 9 nilai utama antikorupsi, yaitu:

  1. Kejujuran, sebagai pondasi moral dalam bekerja dan melayani masyarakat;

  2. Kedisiplinan, dalam menjaga amanah dan waktu;

  3. Tanggung jawab, terhadap tugas dan peran masing-masing warga dan aparatur;

  4. Kerja keras, dalam membangun desa tanpa pamrih;

  5. Kemandirian, agar tidak mudah tergoda oleh hal-hal yang melanggar integritas;

  6. Kesederhanaan, sebagai bentuk syukur dan pengendalian diri;

  7. Keadilan, dalam bersikap dan mengambil keputusan;

  8. Keberanian, untuk menolak segala bentuk penyimpangan dan kecurangan;

  9. Kepedulian, untuk saling mengingatkan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan di lingkungan desa.

Melalui kegiatan dzikir bersama ini, Pemerintah Desa Yosowilangun beserta seluruh elemen masyarakat berupaya menginternalisasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya bagian dari budaya desa yang religius, bersih, dan berintegritas.

Kepala Desa Yosowilangun menyampaikan bahwa dzikir bersama ini juga menjadi simbol gerakan moral untuk membangun pemerintahan desa yang jujur, transparan, dan bebas dari korupsi, dengan mengedepankan kearifan lokal serta semangat gotong royong.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan seluruh warga, kemajuan desa, dan keberlanjutan semangat “Yosowilangun Bersih, Berkah, dan Berintegritas” sebagai motto perjuangan menuju desa yang maju dan berakhlak.